Blog

image_2021-01-22_175852-picsay

Oleh: Wirmanto Suteddy, S.T., M.T.

Dalam tiga dasawarsa terakhir perkembangan teknologi digital di dunia semakin canggih dan berkembang pesat, sekitar pada tahun 1994 tercatat Internet Service Provider telah memasuki pangsa pasar indonesia, wireless telephone technology berbasis digital dimulai pada teknologi 2G sekitar pada tahun 1991 dan terus berkembang sampai saat ini pada pengembangan teknologi 5G pada tahun 2020, perkembangan perangkat seluler mobile phone berjalan hampir berkembang setiap tahun menyesuaikan perkembangan pasar serta mengikuti tren yang berkembang pada masyarakat. Jumlah situs website sampai dengan hari ini tercatat hampir mendekati 1,5 milyar lebih, jumlah aplikasi pada android dan iOS tercatat mencapai 5 juta lebih dan tak berhenti sampai disana, dunia Internet of Things (IoT) pun mulai dikenali dan dipelajari serta kini tren Artificial Intelligence (AI) yang mulai diterapkan hampir pada seluruh sektor, seperti retail, shopping & fashion, security & surveillance, sport analytic & activities serta pada bidang produksi dan manufaktur. Mengutip dari buku Internet of Things (IoT) oleh Samuel Greengard  menyebutkan bentuk- bentuk perubahan kebiasaan manusia berkegiatan sehari-hari dalam konsep yang disebut sebagai Disruptive Technology ini akan terus merambah pada sektor lain seperti kesehatan, pertanian, maritim dan pertahanan serta yang telah kita gunakan sehari-hari pada sektor transportasi, pendidikan dan perbankan.

Kata disruptive secara literal berarti mengganggu, namun konotasi makna mengganggu disini adalah bentuk-bentuk perubahan inovasi teknologi yang secara signifikan merubah cara konsumen, industri atau bisnis beroperasi, atau menggantikan kebiasaan sistem yang lama karena sistem yang baru mempunyai keunggulan inilah yang disebut dengan disruptive technology. Bentuk disruptive ini bervariasi, sebagai contoh ketika kita bangun, dibangunkan oleh suara dan getar jam tangan gelang fitbit, setelah bangun biasanya seseorang akan mengambil cellphone dan memeriksa segala sosial media, email dan lain-lain, setelah itu kita buka aplikasi fitbit yang terkoneksi dengan gelang fitbit dan akan terbuka pola tidur kita, berapa jam kita tertidur, jam berapa saja kita terbangun, sampai dengan pola makan dan sebagainya. Ketika kita sampai dikantor kita bekerja dan melakukan pertemuan online melalui zoom atau google meet serta melalui laptop kita dapat mengontrol garasi, lampu, bahkan cctv dirumah melalui sebuah aplikasi di cellphone kita atau melalui sebuah aplikasi di website.

Pada tahun 1995 perusahaan zip2 yang bergerak pada online city guide di US dikembangkan, pada tahun 1999 sistem pelayanan pembayaran online yang kita kenal paypal lahir, pada tahun 2002 perusahaan penjelajahan luar angka spaceX berdiri namun pada tahun 2008 perusahaan tersebut baru well established. Perusahaan tersebut berhasil membawa 60 satelit pada bulan Mei 2019 dan di ikuti dengan 60 satelit berikutnya pada bulan november. Pada tahun 2003 perusahaan Tesla yang bergerak pada pembuatan masal mobil listrik, produk baterai dan atap surya berhasil dikembangkan, siapa sangka pria dropout dari Standford University yang bernama Elon Musk ini berhasil mengembangkan seluruh perusahaan tersebut. Dibalik semua ide dan inovasi yang dikembangkan oleh Elon Musk ini adalah bentuk disruptive technology yang mengantarkan dunia pada era revolusi industri 4.0 saat ini yang masih terus berkembang.

3d rendering robot learning or machine learning with education hud interface

Otomasi industri, autonomous vehicle dan robotics juga tak kalah menjadi titik sentral, ketika kendaraan  autonomous  tanpa  awak  berbentuk  mobil  yang  dikembangkan  Uber  berhasil melakukan test drive pada tahun 2016, Tesla AutoPilot oleh Elon Musk dan Waymo oleh Google pun tak kalah mengambil posisi persaingan dalam penelitian kendaraan autonomous tersebut dengan berhasil melakukan uji coba kendaraan autonomous mereka berbentuk mobil, masing-masing pada tahun 2015 dan 2017. Alibaba, Amazon dan Boston Dynamics adalah beberapa perusahaan yang telah menggunakan robot dalam industri mereka, Quicktron dan Kiva adalah warehouse robot yang digunakan oleh Alibaba dan Amazon dalam material handling di gudang mereka, robot-robot tersebut menggerakkan, mengangkat dan memindahkan tumpukan-tumpukan barang sesuai yang diperintahkan oleh operator, perusahaan tersebut mengklaim mampu meningkatkan produktivitas 300% dan mengurangi tenaga manusia sebesar 70%. Boston Dynamics mengklaim Atlas adalah bipedal robot humanoid paling dinamis di dunia, robot berukuran 1,8 meter ini dirancang untuk berbagai tugas pencarian dan penyelamatan, robot tersebut dapat berjalan seperti manusia baik di kontur tanah yang datar ataupun bergelombang, dapat melakukan gerakan-gerakan gymnastic, melompat, mengangkat barang dan memindahkan serta dapat berdiri kembali ketika terjatuh. Selain jenis robot yang disebutkan diatas Spot, Handle dan Pick adalah variasi robot yang berhasil dikembangkan oleh Boston Dynamics dengan tujuan yang berbeda-beda, spot adalah robot seluler berkaki empat yang dirancang untuk penginderaan, inspeksi dan remote operation. Handle adalah warehouse robot dan pick adalah robot yang menggunakan visual 3D dan teknologi deep learning untuk memindahkan barang dari conveyor atau meminimalisir dwelling time dari tumpukan barang ke lokasi lain pada sebuah gudang. Perkembangan robotik kini mulai hybrid dengan Internet of Things (IoT) dimana robot dapat memonitor dan memperoleh informasi pada perangkat Internet of Things berdasarkan seluruh sensor yang tersedia dan menentukan tindakan yang tepat untuk dilakukan serta dapat memberikan instruksi dan berkomunikasi dengan robot lainnya, istilah tersebut dikenal dengan Internet of Robotic Things (IoRT).

Selain perkembangan teknologi pada otomasi industri menggunakan robot, inovasi teknologi pada revolusi industri 4.0 yaitu pada teknologi 5G, teknologi ini akan mendukung kecepatan multi-Gbps, ultra low latency, reliability pada seluler, teknologi ini dipercaya akan menjadi keyrole pada bidang reliable telekomunikasi yang berkaitan dengan data real-time pada autonomous vehicle yang membutuhkan koneksi internet yang stabil dan robust. Pada ranah komputasi, perkembangan teknologi komputasi kini mulai diteliti dan dikembangkan dengan mengadopsi fenomena Quantum yaitu fenomena superposition dan entanglement untuk melakukan komputasi yang tidak dapat dilakukan oleh komputer tradisional yang kita gunakan saat ini, bidang tersebut dikenal dengan istilah quantum computing, istilah quantum computing sendiri baru secara resmi di umumkan pada Quantum Europe Conference berdasarkan quantum manifesto pada tahun 2016, untuk saat ini belum banyak peneliti di Indonesia yang menekuni kekhususan pada kajian quantum computing, penelitian di bidang ini diyakini akan membawa manfaat pada bidang kriptografi, search problems, simulasi quantum systems, quantum annealing dan optimasi adiabatic, machine learning serta quantum supremacy dimana salah satu contoh penerapannya menurut Google, quantum computing akan dapat melakukan kalkulasi dalam waktu 200 detik dimana teknologi super-computer paling canggih saat ini memerlukan 10.000 tahun untuk memproses kalkulasi yang sama.

Berbagai variasi penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam bentuk pesawat mini atau drone di bidang hiburan, komersial, riset, atau militer telah digunakan, fungsi utamanya sebagai penerbangan dan navigasi yang dahulu hanya di lengkapi dengan kamera, kini telah di lengkapi dengan sensor thermal, sensor deteksi rintangan, sensor untuk menghindari tabrakan serta GPS untuk berbagai keperluan pencarian dan penyelamatan. Variasi penggunaan drone selain untuk tugas pemantauan juga akan mengalami perkembangan signifikan dalam hal emergency situation, dalam waktu dekat dan segera yang harus diimplementasikan oleh para peneliti kita adalah Emergency Drone Transportation (EDT) untuk membawa transportasi darurat pasien dari lokasi menuju rumah sakit dengan menggunakan drone. Prediksi kondisi kemacetan di kota-kota besar di dunia sudah tidak dapat di pungkiri dalam waktu 10-20 tahun kedepan akan semakin susah untuk di tanggulangi. Oleh karena itu, maka rencana kondisi darurat perlu di pikirkan dan diteliti seperti Emergency Drone Transportation untuk kemacetan, Emergency Drone for Fire Rescue untuk kebakaran, Emergency Drone VVIP Transportation untuk mengangkut Very Very Important Person (VVIP), emergency Drone for Hospital untuk mengangkut pasien dalam kondisi darurat yang dapat menerobos kemacetan tanpa hambatan dalam waktu singkat dan sebagainya.

Selain itu, masih banyak lagi bentuk-bentuk dari disruptive technology ini seperti pada bidang wireless communication dimana bentuk komunikasi nirkabel internet yang saat ini menggunakan Wireless Fidelity (WiFi) kini telah diteliti dan dikembangkan menggunakan Light Fidelity (LiFi), transformasi bentuk peradaban seperti smart city, smart home, smart poultry yang menggunakan IoT dan juga pada ranah perbankan seperti e-money, e-commerce, e-wallet dan sebagainya. Seiring dengan berjalannya era revolusi industri 4.0 ini, salah satu pendorong sektor inovasi teknologi selain private sektor adalah pada sektor pendidikan pada bidang Teknik komputer, diharapkan pada bidang ini menjadi pioneer dalam melahirkan bentuk-bentuk inovasi yang memajukan teknologi sesuai dengan tantangan zaman dan untuk kehidupan umat manusia yang lebih baik didunia serta khususnya di Indonesia.

.

Referensi: Wikipedia Bahasa Indonesia, English Wikipedia, Siteefy, BusinessofApps, Medium.com, Investopedia, Screenrant, Biography.com, Wartaekonomi, Bostondynamics, Qualcomm.com, USA Today, DSLR Pros.